1968 

Studi Banding Virtual "Aku Bangga Menjadi Filantropis"

Hari ini, Rabu, 3 Februari 2021 Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kudus melaksanakan Studi Banding Virtual dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengusung tema "Aku Bangga Menjadi Filantropis". Studi Banding Virtual ini menghadirkan narasumber Ibu Sri Hidayati, M.Ed. yang merupakan Direktur Program Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Studi banding ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa, khususnya yang berasal dari Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf tentang dunia Filantropi. Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MZW), Bapak Moh. Nurul Qomar, M.E.I. mengatakan selama ini perkuliahan hanya teoretis saja, belum ada laboratorium MZW maupun lembaga seperti STF ini, sehingga dengan adanya acara ini beliau berharap dapat menunjukkan kelembagaan yang ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kepada mahasiswa yang nantinya dapat diimplementasikan di kampus dan dapat membanggakan IAIN Kudus itu sendiri.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. Supriyadi, S.H., M.H. juga menegaskan, "Melalui acara ini kami ingin mencari pencerahan dari UIN SYarif Hidayatullah Jakarta. Tiap tahun kami hanya membuka dua kelas, karena kami masih harus membangun kerjasama dengan instansi-instansi terlebih dahulu. Kurikulum kami tidak melulu di dunia akademik, tetapi juga harus bisa laku di pasar kerja. Kami ingin memberi pencerahan kepada mahasiswa kami agar saat di dunia kerja tidak gagap." 

Acara yang diikuti oleh 96 partisipan ini memang cukup menarik. Dunia Filantropi belakangan ini memang cenderung populer. Ibu Sri Hidayati, M.Ed. menjelaskan filantropi adalah rasa kecintaan, kemanusiaan. Kedermawanan filantropi bisa berupa uang, maupun waktu. Beliau juga menjelaskan bahwa filantropi memberikan bantuan jangka panjang yang berusaha untuk menyelesaikan masalah. Hal ini berbeda dengan Charity. Charity merupakan pemberian bantuan jangka pendek, misalnya memberikan uang kepada pengemis. Adapun filantropi, misalnya pada kasus kelaparan. Filantropi akan mencari tahu penyebab kelaparan itu. Jadi tidak mengatasi musibahnya saja, tetapi dicari tahu akar masalahnya, lalu mencari solusinya. Nah, orang yang memberikan waktu, uang, dan tenaganya untuk orang lain disebut Filantropis.

Materi yang dipaparkan narasumber dalam Studi Banding Virtual ini cukup menarik minat partisipan. Beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang dibahas. Salah satunya Bapak Siroj Roy. Beliau mempertanyakan gaji UMK untuk amil zakat. Pertanyaan ini kemudian ditanggapi narasumber, bahwa sekarang ini seorang amil zakat bukan hanya seseorang yang pasif menerima zakat saja, tetapi juga aktif mengajak dan bekerja secara profesional. Jadi amil layak mendapatkan gaji setara UMK, tetapi juga harus melihat kemapuan dari lembaganya.

Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah lembaga non-struktural UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdiri sebagai lembaga sosial dan kemanusiaan sejak tahun 2012 yang bekerja atas dasar non-profit, transparan dan akuntabel. Empat pilar program yang menjadi fokus STF adalah; Charity (Amal), Advocacy (Advokasi), Research (Riset), dan Endowment (Wakaf). 

Studi Banding Vitual yang berlangsung selama dua jam ini cukup memberikan inspirasi dan pengetahuan bagi partisipan. Bagi akademisi, materi tentang filantropi ini dapat menjadi salah satu ide untuk melakukan penelitian. Bagi praktisi, dunia filantropi sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lembaga yang lebih besar, akuntabel, dan terpercaya.

 

-UM-


Lampiran Foto



Back to Top